Kriptorkismus (Testis tak turun)

Testis adalah kelenjar reproduksi esensial laki-laki untuk fertilitas dan untuk memproduksi sperma serta hormon testoteron dari saat pubertas sampai dewasa. Dalam perkembangan normal janin laki-laki, testis bergerak turun dari rongga perut ke lokasinya di kantung zakar.

Lokasi testis (buah zakar) dalam skrotum (kantung zakar) sangat diperlukan untuk proses spermatogenesis, karena suhunya yang lebih rendah 1,5-2oC dibanding suhu tubuh. Turunnya testis merupakan langkah terakhir dari serangkaian proses genetik, embriologik, anatomik dan hormonal.

Apa sebetulnya kriptorkismus

Kriptorkismus adalah terhentinya proses penurunan satu atau kedua testis di suatu tempat antara rongga perut dengan kantung zakar.
Kriptorkismus merupakan gangguan diferensiasi seksual laki-laki yang paling sering dijumpai.

Apakah kriptorkismus sering ditemukan

Laporan angka kejadiannya saat lahir bervariasi berkisar 3,4% hingga 5 – 6% dan angka kejadiannya akan bertambah besar pada bayi prematur mencapai 17% serta pada bayi dibawah 2000 gram mencapai 100%. Hal ini dapat diterangkan karenatestis turun ke kantung zakar pada umur 7 bulan kehamilan (gestasi 28 minggu).
Sekitar 10% kriptorkismus ini bilateral (tidak turun kedua testis) dan 3 – 4% ada yang ternyata tidak punya testis.

Apa saja komplikasi

Ada beberapa komplikasi kriptorkismus. Komplikasi jangka panjang yang terpenting adalah keganasan (kanker) dan infertilitas. Selain keganasan dan infertil dilaporkan juga komplikasi lain yaitu torsi testis dan hernia inguinalis.

Bagaimana kriptorkismus dapat diketahui

Testis yang tidak turun tidak menimbulkan keluhan seperti sakit, jadi sering tidak diketahui kecuali orang tuanya dan dokter teliti memeriksa serta memperhatikan genital. Kriptorkismus perlu dicurigai jika kantung zakar terlihat rata dan kecil yang seharusnya membulat dan tampak 2 kantung.
Biasanya kriptorkismus dapat terdiagnosis pada bayi baru lahir atau pada saat kontrol rutin bulanan ke dokter.
Untuk diagnosis harus diperiksa dengan teliti. Jika perlu dapat dilakukan USG atau MRI atau bahkan laparoskopi dan khusus untuk kriptorkismus bilateral harus dilakukan uji HCG (human chrorionic gonadotropin).

Apakah kriptorkismus perlu diobati

Jelas kriptorkismus harus diobati karena jika testis tidak bergerak turun, akhirnya risiko komplikasi akan meningkat seperti inferitilitas dan keganasan. Pada banyak kasus testis masih bisa turun sampai umur 6 bulan, namun setelah umur 6 bulan harus diberi pengobatan. Dan jika tidak turun sampai umur 2 tahun sebaiknya dilakukan penurunan dengan tindakan bedah.

Bagaimana pengobatan kriptorkismus

Pengobatan kriptorkismus yaitu dengan pemberian hormon HCG dan jika tidak berhasil selanjutnya harus dengan tindakan bedah.

Apa saja TIP untuk kriptorkismus

  1. Pastikan jenis kelamin anak saat baru lahir
  2. Anak laki-laki harus mempunyai 2 testis saat lahir, jika kedua testes tidak teraba harap segera konfirmasikan apakah testesnya ada.
  3. Periksa apakah kriptorkismus disertai mikropenis
  4. Jika sudah jelas kriptorkismus, bolah ditunggu sampai umur 6 bulan. Jika setelah umur 6 bulan belum turun harus segera diobati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s